Sabtu, 07 Juli 2012

PLEBOGRAFI


LEG ASCENDING VENOGRAPHY

Tujuan 
Pemeriksaan bertujuan memperlihatkan sistem venous dalam (deep venous system) dari kaki sampai bagian bawah vena cava inferior

Indikasi
Suspek acute deep vein trombosis

Kontraindikasi
  -       Riwayat alergi kontras berat
  -       Kehamilan
  -       Umur tua dengan status cardiopulmonary berat

Persiapan sebelum prosedural
  -       tidak makan dan minum  sebelum tindakan
  -       cek status renalis (BUN, Creatinin) dan hidrasi, khususnya penderita diabetes
  -       Informed consent
  -       Kurangi kecemasan pasien, jika perlu sedasi dengan diazepam 10 mg per oral
  -       Mendapatkan hasil dari test noninvasif sebelumnya atau venogram

Persiapan saat tindakan
  -       Fluoroscopy dengan kelengkapannya
  -       Meja pemeriksaan yang dapat diatur derajat kemiringan disertai  penyanggah kaki
  -       Needle 19-23 gauge atau surflow No. 20
  -       Three-way stopcock
  -       Kontras 100-150 ml (Conray 43 mengandung 202 ml iodine/ml) / extremitas
  -       Spoit 50 ml
  -       Tourniquet 

Prosedural dan Foto

1.    Lakukan puncture vena dengan memilih vena perifer pada dorsum pedis kemudian pasang tourniquet pada proksimal paha dan distal betis.
2.    Injeksikan kontras 100-150 ml terus menerus, pastikan bebas reflux darah, tidak ada subcutaneous extravasasi (terasa nyeri dan lokal sweeling selama pemberian kontras) dan injeksi kontras mudah dimasukkan pada salah satu kaki dengan  tekanan yang cukup, posisi pasien seperti pada gambar 1.
3.  Ikuti kontras IV secara intermitten dengan fluoroskopi. Diinjeksikan dengan tangan lebih dari 2 menit



A.       Sinar tegak lurus dengan kaset film dibawah lutut,  45-60 derajat sudut dibentuk antara meja pemeriksaan dengan bidang datar.
B.      Sinar fokus pada lutut yang tegak lurus dengan kaset film, 30-45 derajat sudut dibentuk antara meja pemeriksaan dengan bidang  datar.
C.       Sinar fokus pada cavum pelvis yang tegak lurus dengan kaset film, 15-30 derajat sudut antara meja pemeriksaan dengan bidang datar.
D.      Posisi supine dengan sinar frontal tegak lurus dengan film setinggi umbilicus; opsifikasi pada vena iliaka dan IVC dilakukan dengan maneuver valsalva selama elevasi kaki

                Spot film :
PA dan oblik cruris
– PA dari lutut
– PA dari paha
– PA pelvis
– Anterio oblik pelvis

Komplikasi
  • -       Post venography thrombophlebits
  • -       Ekstravasasi kontras media ke jaringan subcutaneous  
  • -       Arritmia Jantung pada pasien dengan hypertensi pulmonary
  • -       Komplikasi kontras media secara umum
  • -       Hematoma pada tempat injeksi
  • -       Emboli paru


KOMENTAR :
     1.      Perhatian dokumen atau status pasien jika terdapat riwayat reaksi kontras serius
     2.     Jika terdapat bengkak pada kaki, lakukan elevasi ekstremitas beberapa jam pertama atau dibungkus dengan elastic bandage selama 30-60 menit atau lebih lama jika diperlukan
     3.    Jika terdapat kolap atau visible vena jelek maka lakukan kompres  hangat dari dorsum sampai kaki
     4.     Pencegahan nyeri betis selama venografi dilakukan dengan menambahkan 2 ml lidocain 2% pada 50 ml kontras. Gunakan agen kontras yang nonionic low osmolar.

VENOGRAM

Anatomi normal sistem vena ekstremitas bawah 
Gbr 2. Venogram dari venous superficialis dan deep venous sistem pada extremitas bawah kiri

Gbr 3 memperlihatkan venogram sistem vena dalam dari extremitas bawah, memperlihatkan vena femoralis, vena popliteal, vena tibia anterior, vena tibia posterior, vena peroneal 

Catatan Fellowship

dr. Abd. Haris

akibat varises

  • Gangguan pada kulit seperti rasa gatal , kulit kehitaman seperti eksim dan dapat timbul ulkus ( luka terbuka ) pada permukaan kulit .
  • Emboli , dimana bekuan darah yang timbul dapat menyumbat jantung dan paru sehingga dapat menimbulkan kematian
  • Vena pecah , bila varises terjadi di esophagus (saluran pencernaan ) dapat mengakibatkn muntah darah

Varices

varises
Varices: (varicose veins) are distended tortuous veins. Superficial varicose veins are easily visible or palpable, and follow a tortuous course through the subcutaneous fatty tissue (usually) of the legs. Varicosities of the deep venous system can only be seen on ultrasound or phlebography. As a result of the distension of the veins, the valves can no longer close properly; this is called valve insufficiency. The hydrostatic pressure exerted on the vessels in the lower part of the body is considerably increased. The “transmural” pressure, i.e. the difference between the pressure in the venous system and the surrounding tissues causes more water and dissolved substances to leak through the venous wall where it accumulates in the tissue, mostly of the leg (oedema).

Varicose veins: in the legs are more than just an annoying cosmetic blemish: they signal a susceptibility to venous disorders and they may even indicate a venous disease. However, varicose veins are not painful, neither do they cause cramps – the German word for varicose veins, ‘Krampfadern’, literally translates into English as cramp veins or, more precisely, cramp arteries. However, Krampf (cramp in English) actually stems from the old standard German word, "chrampo", which simply means “bent”. Varicose veins, also called varicosities, are saccular and distended veins which can expand considerably and may cause painful venous inflammation. They never disappear on their own once they have developed. The formation of varicose veins is an externally visible sign of venous weakness.

Varicosis: is the term for extensive varicose veins and the typical associated symptoms. Varicose veins are often – but not always – connected with the typical symptoms of chronic venous insufficiency. Varicose veins can develop in a number of ways: so-called primary varices are caused in people with congenital connective tissue weakness who frequently stand or sit for a considerable length of time, by a lack of exercise and during pregnancy. In contrast, so-called secondary varices are the result of pathological events in the deeper veins, usually a thrombosis.

Vein Sclerosis: form of treatment in which a medicament (sclerosant) is injected into the vein to permanently close and eliminate the varicose veins and spider veins.

Rabu, 07 Maret 2012

Cara-Cara Menjaga Kebersihan Diri


Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya debu,sampah, dan bau.
Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi yang disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri patogen, dan bahan kimia berbahaya. Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higiene yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak bau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri, seperti mandi, menyikat gigi, mencuci tangan, dan memakai pakaian yang bersih.Mencuci adalah salah satu cara menjaga kebersihan dengan memakai air dan sejenis sabun atau deterjen. Mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan produk kebersihan tangan merupakan cara terbaik dalam mencegah penularan influenza dan batuk-pilek. Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara melap jendela dan perabot rumah tangga, menyapu dan mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan peralatan makan (misalnya dengan abu gosok),membersihkan kamar mandi dan jamban, serta membuang sampah. Kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan halaman dan selokan, dan membersihkan jalan di depan rumah dari sampah.

jenis penyakit yang bidslnf